A. Natalitas
Natalitas merupakan kemampuan suatu populasi untuk
menambah jumlah anggotanya secara inheren/besar. Laju natalitas adalah
sama dengan laju kelahiran dalam terminology ilmu kependudukan (demography). Natalitasmaksimum adalah penambahan jumlah anggota populasi dalam kondisi ideal
(tidak ada faktor eksternal yang membatasi). Sedangkan natalitas ekologi adalah
pertambahan jumlah anggota populasi dalam kondisi alam senyatanya.
Natalitas biasanya dinyatakan sebagai laju yang
diperoleh dengan membagi jumlah individu baru yang dihasilkan dengan satuan
waktu (dNt/dt, laju natalitas absolute) yang dapat juga dinyatakan dalam jumlah
individu baru per-satuan waktu per-satuan populasi (dNt/Ndt) disebut natalitas
spesifik). Untuk natalitas dNn menunjukkan jumlah individu baru yang
ditambahkan kepada populasi. Laju natalitas dapat nol (0) atau positip, tetapi
tidak pernah negatif. Tetapi untuk laju pertumbuhan dN menunjukkan jumlah
bersih penambahan atau pengurungan dalam populasi yang merupakan hasil bukan
saja oleh natalitas tetapi juga oleh mortalitas, emigrasi. Jadi laju
pertumbuhan mungkin negatip, nol atau positip karena populasi dapat berkurang
atau tetap bertambah besar.
Kelahiran ( Natalitas )
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
• Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
• Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
• Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
• Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Faktor – faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain :
1.Kepercayaan dan agama
2.Tingkat pendidikan
3.Kondisi perekonomian
4.Kebijakan pemerintah
5.Adat istiadat di masyarakat
6.Kematian dan kesehatan
7.Struktur Penduduk.
Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat
lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan
perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga
migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar
wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan sumber daya alam
2. Lingkungan social budaya
3. Potensi ekonomi
4. Alat masa depan
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan sumber daya alam
2. Lingkungan social budaya
3. Potensi ekonomi
4. Alat masa depan
copy from mrs.Santi's mind map (my geography teacher :)
B. Mortalitas
Mortalitas adalah pengurangan cacah individu suatu
populasi. Laju mortalitas adalah sama dengan laju kematian dalam demografi
manusia. Moralitas dapat dibedakan atas mortalitas fisiologik dan
ekologik. Mortalitas fisiologik adalah pengurangan individu anggota
populasi dalam kondisi yang ideal. Semua organismedalam kondisi ideal sekalipun
akan mengalmi kematian sekalipun dalam umur relatif tua, yang secara
teoritis ditentukan oleh longivitas fisiologik. Sedangkan mortalitas ekologik
adalah pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi alam senyatanya.
Angka kematian ini biasanya lebih besar dibandingkan dengan kematian dalam
kondisi ideal dan bukan merupakan tetapan. Umurnya mortalitas spesifik dinyatakan sebagai
persentase yang mati dalam waktu yang tertentu dari populasi
permulaan. Karena kita sering tertarik kepada organisme yang hidup
dari pada mati, maka sering mortalitas ditunjukkan dari segi kadar (persentase)
survival.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar